HADITS QUDSI

40 HADITS QUDSI
Hadits ke-1
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dia berkata; telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya ketetapan untuk diri-Nya sendiri : Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayang-Ku) mengalahkan murka-Ku”
Diriwayatkan oleh Muslim (begitu juga oleh al-Bukhari, an-Nasa-i dan Ibnu Majah).
Hadits ke-2
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, bahwasanya Nabi s.a.w bersabda, Telah Berfirman Allah ta'ala : “Ibnu Adam (anak-keturunan Adam/umat manusia) telah mendustakan-Ku, dan mereka tidak berhak untuk itu, dan mereka mencela-Ku padahal mereka tidak berhak untuk itu, adapun kedustaannya pada-Ku adalah perkataanya, Dia tidak akan menciptakankan aku kembali sebagaimana Dia pertama kali menciptakanku (tidak dibangkitkan setelah mati), adapun celaan mereka kepada-Ku adalah ucapannya, ‘Allah telah mengambil seorang anak’, (padahal) Aku adalah Ahad (Maha Esa) dan Tempat memohon segala sesuatu (al-shomad), Aku tidak beranak dan tidak pula diperankkan, dan tidak ada bagiku satupun yang menyerupai”.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari (dan begitu juga oleh an-Nasa-i)
Hadits ke-3
Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhniy r.a, beliau berkata, Rasulullah s.a.w s.a.w  memimpin kami shalat shubuh di Hudaibiyah, diatas bekas hujan1 yang turun malamnya, tatkala telah selesai, Nabi menghadap kepada manusia (jama'ah para shahabat), kemudian beliau bersabda, “Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?”, (para sahabat) berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”, Rasulullah s.a.w bersabda (Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman), “Pagi ini ada sebagian hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir, adapun orang yang mengatakan, 'kami telah dikaruniai hujan sebab keutamaan Allah (fadlilah Allah) dan kasih sayang-Nya (rahmat-Nya), maka mereka itulah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang – bintang’; dan adapun yang berkata, 'kami telah dikaruniai hujan sebab bintang2 ini dan bintang itu, maka mereka itulah yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang - bintang'.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari (dan begitu juga oleh an-Nasa-i)
Hadits ke-4
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, “Allah Telah Berfirman, 'Anak–anak adam (umat manusia) mengecam waktu; dan Aku adalah (Pemilik) Waktu; dalam kekuasaan-Ku malam dan siang'.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan begitu juga Muslim.
Di dalam Al-Qur'an, Allah Azza wa Jalla, menggunakan istilah - istilah yang berbeda untuk menyebutkan waktu, pada ulama mendefinisikannya kurang lebih sebagai berikut:
1.             dahr = masa keberadaan alam semesta, mulai dari penciptaan alam semesta sampai masa kiamat. Kata ini misalnya terdapat dalam al-Quran surah al-Insan ayat 1 (artinya) :
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”
2.             ashr = masa hidup yang dilalui sesuatu (seseorang), misalnya waktu ashr manusia, yaitu masa hidup manusia mulai dari lahir hingga meninggal. Seperti yang disebutkan dalam al-Quran surah al-ashr ayat 1 (artinya) :
“Demi masa”
3.             ajal = masa berakhirnya sesuatu, misal: ajal manusia. Seperti dalam surah Yunus ayat 49 (artinya) :
Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).
4.      Waqt = masa dimana suatu pekerjaan harus selesai, misal waktu sholat, dst. Seperti digunakan dalam surah an-Nisa ayat 1033 (artinya):
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Hadits ke-5
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, Telah berfirman Allah tabaraka wa ta'ala (Yang Maha Suci dan Maha Luhur), “Aku adalah Dzat Yang Maha Mandiri, Yang Paling tidak membutuhkan sekutu; Barang siapa beramal sebuah amal menyekutukan Aku dalam amalan itu4, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya”
Diriwayatkan oleh Muslim (dan begitu juga oleh Ibnu Majah)
Hadits ke-6
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w s.a.w bersabda, “Sesungguhnya salah seorang yang pertama di hisab di hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid (gugur dalam peperangan); kemudian disebutkan baginya semua kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia mebenarkannya. Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala bertanya kepadanya, 'Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu?', lelaki itu menjawab, 'Aku berperang untuk-Mu hingga aku syahid'; Allah menjawab, ‘Kamu berdusta, (akan tetapi sesungguhnya) engkau berperang agar orang menyebutmu pemberani, dan (orang–orang) telah menyebutkan demikian itu’, kemudian diperintahkan (malaikat) agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan dilemparkan kedalamnya. Dan (selanjutnya adalah) seorang laki–laki yang mempelajari ilmu dan mengamalkannya serta dia membaca al-Quran, kemudian dia didatangkan, kemudian disebutkan nikmat–nikmat yang diberikan kepadanya dan dia membenarkannya. Kemudian Allah bertanya, 'Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?' lelaki itu menjawab, 'Aku mencari ilmu dan mengamalkannya/mengajarkannya, dan aku membaca al-Quran karena-Mu'. Allah berfirman, ‘kamu berdusta, (akan tetapi) kamu mencari ilmu itu agar disebut sebagai 'alim (orang yang berilmu), dan kamu membaca al-Quran agar orang menyebutmu qari', dan kamu telah disebut demikian itu (alim & qari')’ kemudian diperintahkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan di masukkan kedalam neraka. Dan (selanjutnya) seorang laki – laki yang diluaskan (rizkinya) oleh Allah. Dan dikaruniai berbagai harta kekayaan. Kemudian dia dihadapkan, dan disebutkan nikmat–nikmat yang diberikan kepadanya, dan dia membenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat–nikmat itu?’, lelaki itu menjawab, ‘Tidaklah aku meninggalkan jalan yang aku cintai selain aku menginfakkan hartaku untuk-Mu’; Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ‘Kamu berdusta, tetapi kamu melakukan itu semua agar orang menyebutmu dermawan, dan kamu telah disebut demikian’. Kemudian diperankkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya, hingga sampai dineraka dan dimasukkan kedalam neraka.”
HR. Muslim (dan begitu juga at-Tirmidzi dan an-Nasai)
Hadits ke-7
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a., beliau berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, “Tuhanmu bangga terhadap seorang pengembala kambing, yang berada di atas gunung/bukit, dia mengumandangkan adzan untuk sholat dan mengerjakan sholat, kemudian Allah 'azza wa jalla (Yang Maha Perkasa dan Maha Luhur) berfirman, 'Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan dan menegakkan sholat (iqomat) karena takut kepada-Ku, maka sesungguhnya Aku telah mengampuni hamba-Ku ini, dan Aku akan memasukkannya kedalam surga'.”
Diriwayatkan oleh an – Nasai dengan sanad yang shahih.
Hadits ke-8
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. Bahwasanya Nabi s.a.w bersabda, “Barang siapa mengerjakan sholat dengan tanpa mebaca, di dalam sholatnya, ummum Al-Quran (surah Al-Fatihah), maka sholatnya kurang (diucapkan beliau tiga kali, sebagai penegasan), tidak sempurnalah sholatnya”. Kemudian disampaikan kepada Abi Hurairah, sesungguhnya kami berada di belakang imam, maka beliau berkata, bacalah dengannya (ummum Quran) untuk dirimu sendiri (sebagai makmum tetap membaca Al-fatihah), karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah s.a.w  bersabda, “Allah 'azza wa Jalla berfirman, 'Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Dan bagi hamba-Ku apa yang dia mohonkan, maka ketika hamba-Ku berkata (yang artinya) : Segala Puji Hanya Bagi Allah, Tuhan semesta alam) Allah 'Azza wa Jalla berfirman, ‘Hambaku telah memuji-Ku’, dan ketika seorang hamba berkata (yang artinya), Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) Allah 'azza wa jalla berfirman, 'Hambaku telah memujiku', dan ketika seorang mengucapkan (yang artinya), Yang Menguasai di Hari Pembalasan, Allah berfirman, 'Hambaku telah memuliakan Aku' – dan (Abu Hurairah) pernah mengatakan (dengan redaksi), 'Hamba-Ku telah berserah diri kepada-Ku', dan ketika seseorang berkata (yang artinya), Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan), Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'ini adalah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya', dan ketika seseorang berkata (yang artinya), Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'Ini adalah bagi hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia pinta'.”
diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan begitu juga oleh Imam Malik, Imam Tirmidzi, dan Imam Abu Dawud, Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah)

-->



Hadits ke-9
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, “Sesungguhnya perkara/amal seorang hamba yang dihisab pertama kali adalah shalatnya. Seandainya (shalatnya) baik, maka benar-benar paling beruntung dan paling sukses, dan seandainya (sholatnya) buruk, maka dia benar-benar akan kecewa dan merugi, dan seandainya kurang sempurna shalat fardlunya, Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Lihatlah apakah bagi hamba-Ku ini (ada amal) sholat sunnah (mempunyai sholat sunnah) yang bisa menyempurnakan sholat fardlunya’, kemudian begitu juga terhadap amal-amal yang lainnya juga diberlakukan demikian.”
Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi5, dan begitu juga oleh Abu Dawud dan Imam An-Nasai dan Ibn Majah serta Imam Ahmad.
Hadits ke-10
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dari Nabi s.a.w, beliau bersabda, ”Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Puasa itu untukku, dan Aku yang akan memberikan ganjarannya, disebabkan seseorang menahan syahwatnya dan makannya serta minumnya karena-Ku, dan puasa itu adalah perisai, dan bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan, yaitu kebahagian saat berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya, dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah, daripada bau minya misk/kesturi'.”
Hadits riwayat al-Bukhari, dan begitu juga oleh imam Muslim, dan Imam Malik, dan Tirmidzi dan an-Nasai serta Ibnu Majah.
Hadits ke-11
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah s.a.w s.a.w  bersabda, “Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ‘berinfaklah wahai anak adam, (jika kamu berbuat demikian) Aku memberi infak kepada kalian’.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga oleh Imam Muslim
Hadits ke-12
Diriwayatkan dari Abu Mas'ud al-Anshari r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, “Ada seorang lelaki sebelum kalian yang dihisab, dan tidak ditemukan satupun kebaikan ada padanya kecuali bahwa dia adalah orang yang banyak bergaul dengan manusia, dan dia orang yang lapang (berkecukupan), serta dia memerintahkan kepada pegawai-pegawainya membebaskan orang-orang yang kesulitan (dari membayar hutang), kemudian Rasulullah s.a.w bersabda, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,'Kami (Allah) lebih berhak untuk berbuat itu daripada dia, (oleh karena itu) bebaskan dia'.”
Hadits riwayat Muslim, begitu juga oleh al-Bukhari dan an-Nasai.
Hadits ke-13
Diriwayatkan dari 'Adiy ibn Hatim r.a, beliau berkata, ketika aku sedang berada disamping Rasulullah s.a.w s.a.w, kemudian datanglah dua orang laki-laki, salah satunya mengadukan tentang kemiskinan, dan lelaki yang lainnya mengadukan tentang perampokan di jalan, kemudian Rasulullah s.a.w  bersabda, “Adapun mengenai perampokan, sesungguhnya kelak dalam waktu yang tidak lama, akan datang suatu masa, ketika sebuah kafilah tidak memerlukan pengawal saat menuju Makkah, dan adapun tentang kemiskinan, tidak akan datang hari Kiamat, (sehingga datang masa dimana) seorang diantara kalian berdiri untuk mencari orang yang mau menerima sedekah, namun tidak dapat menemukan seorangpun yang mau menerimanya, kemudian (dihari kiamat) setiap orang diantara kalian akan berdiri dihadapan Allah, yang tidak ada diantaranya dan Allah hijab/tabir, dan tidak pula ada penerjemah yang menerjemahkan/juru bicara untuk orang tersebut, kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'bukankah Aku telah memberimu harta?' Kemudian orang itu menjawab, 'benar', kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'bukankah telah Aku utus kepadamu seorang Rasul? ', lalu orang itu menjawab, 'benar', kemudian ia melihat ke arah kanannya, maka ia tidak mendapati kecuali Neraka, kemudian dia melihat ke arah kirinya, dan tidak mendapati kecuali Neraka. Maka jagalah diri-diri kalian dari api Neraka, meskipun dengan (bersedakah) separuh buah kurma, dan jika dia tidak mendapatinya (kurma/barang untuk bersedekah) maka (bersedekahlah) dengan perkataan yang baik.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Hadits ke-14
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Nabi s.a.w bersabda, “Sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta'ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi) memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: ‘Dari manakah kamu sekalian?’ Mereka menjawab: ‘Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan [Tasbih], mengagungkan [Takbir], membesarkan [Tahlil], memuji [Tahmid] dan memohon kepada Engkau’. Allah bertanya lagi : ‘Apa yang mereka mohonkan kepada Aku?’ Para malaikat itu menjawab: ‘Mereka memohon surga-Mu’. Allah bertanya lagi: ‘Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku?’ Para malaikat itu menjawab : ‘Belum wahai Tuhan kami’. Allah berfirman: ‘Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku?’ Para malaikat itu berkata lagi: ‘Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu’. Allah bertanya: ‘Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku?’ Para malaikat menjawab: ‘Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami’. Allah bertanya: ‘Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku?’ Para malaikat menjawab : ‘Belum’. Allah berfirman : ‘Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku?’ Para malaikat itu melanjutkan: ‘Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu’. Beliau bersabda, kemudian Allah berfirman: ‘Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: ‘Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau berkata, lalu Allah menjawab: ‘Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Bukhari at-Tirmidzi dan an-Nasa'i.
Hadits ke-15
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, “Telah berfirman Allah Subhanahu wa ta'ala, 'Aku adalah sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku, dan jika hamba-Ku mengingat-Ku dalam sendirian, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingat-Ku di dalam sebuah kelompok/jama'ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat'.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.
Hadits ke-16
Diriwayatkan oleh Ibn 'Abbas r.anhumaa, dari Nabi s.a.w, Sesungguhnya Allah menulis semua kebaikan dan keburukan. Barangsiapa berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia tidak melakukannya, Allah menulis di sisi-Nya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia melakukannya, Allah menulis pahala sepuluh kebaikan sampai 700 kali, sampai berkali lipat banyaknya. Barangsiapa berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia tidak melakukannya, Allah menulis di sisi-Nya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia melakukannya, Allah menulis satu keburukan saja.
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Hadits ke-17
Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah s.a.w shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman : “Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hamba-Ku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang Aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun . Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah mencela kecuali dirinya.”
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah.
Hadits ke 18
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla kelak dihari kiamat akan berfirman, “Wahai anak cucu Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjenguk-Ku”, ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam”, Allah berfirman, “Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya hamba-Ku yang bernama Fulan sakit, dan kamu tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya jika kamu menjenguknya, engkau akan mendapati-Ku didekatnya. Wahai anak cucu adam, Aku meminta makanan kepadamu, namun kamu tidak memberi makanan kepada-Ku”, ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami dapat memberi makan kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya hamba-Ku fulan meminta makanan, dan kemudian kalian tidak memberinya makanan? Tidakkah engkau tahu, seandainya engkau memberinya makanan, benar-benar akan kau dapati perbuatan itu di sisi-Ku. Wahai anak cucu adam, Aku meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberi-Ku minum” , ada yang berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami memberi minum kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Seorang hamba-Ku yang bernama fulan meminta minum kepadamu, namun tidak engkau beri minum, tidakkah engkau tahu, seandainya engkau memberi minum kepadanya, benar – benar akan kau dapati (pahala) amal itu di sisi-Ku”
Hadit diriwayatkan oleh Muslim.
Hadits ke-19
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, Rasulullah s.a.w s.a.w  bersabda, “Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Kesombongan adalah seledang-Ku, dan keagungan adalah kain(sarung)-Ku, barangsiapa bersaing (turut memiliki) dalam salah satu dari kedua hal tersebut, maka benar-benar akan aku lemparkan dia di dalam neraka'.”
Hadit diriwayatkan oleh Abu Dawud, begitu juga oleh Ibn Majah dan Imam Ahmad, dengan sanad yang shahih.
Hadits ke-20
Dari Abu Hurairah r.a, bahwasannya Rasulullah s.a.w s.a.w  telah bersabda, “pintu – pintu surga dibuka pada hari senin dan hari kamis, maka diampunilah setiap hamba yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seorang laki-laki yang diantaranya dan saudaranya bermusuhan, maka dikatakan kepadanya, tundalah hingga keduanya berdamai, tundalah hingga keduanya berdamai, tundalah hingga keduanya berdamai.”
hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Malik dan Abu Dawud.
Hadits ke-21
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w, beliau bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: Ada tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari qiamat, seseorang yang bersumpah atas nama-Ku lalu mengingkarinya, seseorang yang menjual orang yang telah merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya"
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad.
Hadits ke-22
Diriwayatkan dari Abu Sa'id r.a, beliau berkata, Rasulullah s.a.w  telah bersabda, Janganlah salah seorang mencela dirinya sendiri.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah s.a.w, bagaimana seseorang mencela dirinya sendiri?” Beliau menjawab: “Dia melihat perkara Allah diperbincangkan, lalu dia tidak mengatakan (pembelaan) kepadanya, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan berkata kepadanya kelak di hari Kiamat; ‘Apa yang mencegahmu untuk mengatakan begini dan begini!‘ Lalu ia menjawab, ‘Saya takut terhadap manusia’. Maka Allah pun berfirman: ‘Aku lebih berhak untuk kamu takuti’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang shahih.

Hadits ke-23
Dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta'aala berfirman di hari kiamat, “Dimanakah orang – orang yang saling mencintai karena-Ku, dihari ini (kiamat) aku menaungi mereka dalam naungan-Ku, dihari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Ku”
Hadits riwayat Bukhari, dan begitu juga diriwayatkan oleh Imam Malik.
Hadits ke-24
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, 'Sesunguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia’. Rasulullah s.a.w selanjutnya bersabda, maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia’, maka para penghuni langit pun mencintainya. Selanjutnya Rasulullah s.a.w bersabda, dan kemudian dibumi diapun menjadi orang yang diterima. Dan ketika Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan kemudian berfirman, ‘Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah dia”, maka Jibril pun membenci si Fulan, kemudia Jibril menyeru penduduk langit, ‘sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia’, Rasulullah s.a.w  melanjutkan, maka penduduk langitpun membenci fulan, kemudian diapun dibenci di bumi.”
Hadits riwayat Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari, Malik, dan Imam Tirmidzi.
Hadits ke-25
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman, Siapa yang memusuhi seorang kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku, dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunah–sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Kukabulkan dan jika berlindung kepada-Ku pasti Kulindungi.”
Hadits riwayat Bukhari.
Hadits ke-26
Diriwayatkan dari Abi Umamah r.a, dari Nabi , beliau bersabda, “Allah Azza Wa Jalla berfirman, ‘Sesungguhnya wali-wali (para kekasih) yang terbaik menurut-Ku adalah seorang mukmin yang ringan kondisinya, punya bagian dari shalat, menyembah Tuhannya dengan baik, menaati-Nya saat sepi (dalam keadaan sirri/tersembunyi), tidak dikenali orang dan tidak ditunjuk dengan jari, rizkinya pas-pasan (hanya cukup bagi dirinya sendiri) lalu ia bersabar atas hal itu’.” Setelah itu beliau SAW mengetuk-ngetukkan tangan beliau, kemudian beliau bersabda, “Kematiannya dipercepat, sedikit wanita yang menangisi dan sedikit harta peninggalanya.”
Hadits riwayat at-Tirmidzi, dan begitu juga ima Ahmad dan Ibnu Majah, dengan sanad hasan.
Hadits ke-27
Dari Masyruq, beliau berkata : kami bertanya – atau aku bertanya – kepada Abdullah – maksudnya adalah Abdullah Ibn Mas'ud – mengenai ayat berikut (yang artiny) :
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki”. (Ali-Imran:169)
Ibnu Abbas berkata, ketahuilah sesunguhnya aku benar – benar telah menanyakan ayat tersebut (kepada Rasulullah s.a.w), maka beliau bersabda, “ruh-ruh mereka didalam burung-burung berwarna hijau yang memiliki pelita-pelita yang tergantung di 'arasy, (ruh mereka) terbang ke surga sesuai kehendak mereka, dan kemudian kembali ke pelita, kemudian Tuahan mereka mendatangi mereka dan berfirman, 'Apakah ada sesuatu yang kalian inginkan?', mereka menjawab, 'adakah lagi yang kami inginkan, sedangkan kami bebas terbang ke surga sekehendak kami', dan hal tersebut ditanyakan kepada mereka tiga kali, dan ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak akan ditinggalkan (tidak ditanya lagi) hingga mereka meminta sesuatu, mereka selanjutnya berkata, 'Wahai Tuhan kami, kami berharap kiranya Engkau kembalikan ruh kami ke dalam jasad kami, hingga kami terbunuh kembali di jalan-Mu untuk kedua kalinya', tatkala Allah melihat bahwa mereka tidak memiliki hajat/keinginan lain lagi, maka mereka ditinggalkan (tidak ditanya lagi).”
Diriwayatkan oleh Muslim, begitu juga oleh at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah.
Hadits ke-28
Dari Jundub ibn Abdillah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w, “Terdapat seseorang laki-laki dari orang-orang sebelummu yang memiliki luka, kemudian dia mengambil pisau dan melukai tanganya, maka darahnya pun terus mengalir keluar hingga dia meninggal, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'hamba-Ku telah bergegas menemuiku karena ulahnya, maka Aku haramkan baginya surga’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Hadits ke-29
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasululah  bersabda, “Allah Subhanahu wa ta'ala telah berfirman, 'Tidak ada bagi hamba-Ku yang beriman balasan dari-Ku, ketika Aku ambil orang yang paling dia sayangi (kekasihnya) dari penduduk dunia, kemudian dia mengharapkan keridhaan Allah (balasan pahala dari Alah), kecuali (pasti akan Ku balas dengan) surga’.”
Diriwayatkan oleh Bukhari.
Hadits ke-30
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w  bersabda, “Allah 'Azza wa Jalla berfirman, ‘Ketika hamba-Ku menyukai untuk bertemu denganku, Aku pun senang untuk bertemu dengannya, dan ketika hamba-Ku benci untuk bertemu dengan-Ku, akupun benci bertemu dengannya’.”
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Malik.
Dan didalam riwayat Imam Muslim, yang menjelaskan makna hadits tersebut: dari 'Aisyah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w : barangsiapa senang bertemu dengan Allah, Allah pun juga senang bertemu dengannya, dan barangsiapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun juga benci bertemu dengannya. Aku ('Aisyah r.a) pun bertanya, “Wahai Nabi Allah, aku membenci mati? kita semua membenci kematian”, Rasulullah s.a.w  bersabda, “Tidak demikian (maksudnya), akan tetapi, seorang mukmin ketika diberikan kabar gembira dengan rahmat Allah, keridloan-Nya dan surga-Nya, maka dia pun senang bertemu dengan Allah, dan Allah pun senang bertemu dengannya, sedangkan orang kafir, ketika diberitakan kepada mereka dengan adzab Allah, dan murka-Nya maka mereka benci bertemu dengan Allah, dan Allah pun juga benci bertemu dengan mereka.”
Hadits ke-31
Diriwayatkan dari Jundub r.a, bahwa Rasulullah s.a.w diberitakan bahwa seseorang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulan”, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Siapakah yang telah bersumpah dengan nama-Ku, bahwa aku tidak akan mengampuni fulan, sesungguhnya Aku benar-benar mengampuni fulan, dan Aku membatalkan amal-amalmu”, atau seperti perkataan/sabda yang serupa kalimat tersebut.
Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Hadits ke-32
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi , beliau bersabda, “Seorang laki-laki yang telah berbuat melampau batas atas dirinya sendiri, maka ketika ajalnya akan datang, dia berwasiat kepada anaknya, kemudian dia berwasiat : Ketika aku telah mati, bakarlah (jasad) aku, kemudian hancurkanlah sampai halus, selanjutnya sebarkanlah abu (jasad) ku di udara di laut, karena, Demi Allah seandainya Allah menetapkan kepadaku untuk mengadzabku, Dia akan mengadzabku dengan adzab yang belum pernah ditimpakan kepada seorangpun (selainku). Maka mereka melakukan apa yang diwasiatkan kepadanya. Kemudian Allah berfirman kepada bumi, Kumpulkanlah apa yang telah kamu ambil, maka ketika lelaki itu berdiri (dibangkitkan kembali), selanjutnya Allah berfirman, ‘Apa yang mendorongmu untuk melakukan perbuatan tersebut?’ Lelaki itu menjawab, ‘karena aku takut  kepada-Mu wahai Tuhanku, (dalam kalimat lain: karena aku takut kepada-Mu dengan menggunakan فئا)’. Maka Allah pun mengampuni laki-laki tersebut disebabkan hal tersebut (karena rasa takut kepada Allah).”
Diriwayatkan oleh Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari, an-Nasa'i dan Ibn Majah.
Hadits ke-33
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi, salah satu yang di wahyukan dari Tuhannya 'Azza wa Jalla, adalah sabdanya : “Telah berbuat dosa seorang hamba dengan suatu perbuatan maksiat/dosa, kemudian dia berkata, Ya Tuhanku ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman, 'Hamba-Ku telah berbuat dosa dengan suatu perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya Maha Mengampuni dosa dan menghukum perbuatan dosa', kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa (lagi) yaitu: Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku. Maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman, 'hamba-Ku melakukan perbuatan dosa, dan dia mengetahui bahwa Tuhannya mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa'. Kemudian hamba tersebut berbuat dosa kembali, dan kemudian berdoa kembali yaitu: Tuhanku, ampunilah bagiku dosaku, maka Allah tabaraka wa ta'ala berfirman, 'hamba-Ku telah berbuat dosa, dan dia tahu, dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan mengadzab perbuatan dosa. Lakukanlah apa yang kamu kehendaki, karena aku benar-benar telah mengampunimu'.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan begitu juga oleh Imam Bukhari.
Hadits ke-34
Diriwayatkan dari Anas r.a., beliau berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w  bersabda, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya bagimu apa yang kamu pintakan kepada-Ku dan kamu mohonkan kepada-Ku, aku mengampunimu atas apa yang ada padamu dan aku tidak memperdulikannya (berapa besar dan banyak dosa yang ada padamu), wahai anak adam, seandainya engkau datang denga dosa-dosamu sebanyak awan di langit, kemudian engkau memohon ampunan-Ku, maka aku mengampunimu, wahai anak cucu Adam, sesungguhnya seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dengan tanpa menyekutukan-Ku sama sekali, maka Kutemui engkau dengan ampunan sejumlah itu pula.”
Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan begitu juga oleh Imam Ahmad, dan sanadnya Hasan.
Hadits ke-35
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w  bersabda, “Tuhan kita Subhanahu wata'ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman, ‘Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, dan barangsiapa meminta kepada-Ku, maka akan aku beri, dan barangsiapa memohon ampunan-Ku, maka aku ampuni’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Malik, Imam Tirmidzi dan Abu Dawud, dan dalam riwayat Muslim, dengan tambahan: “Allah turun (di langit dunia) hingga terbitnya fajar.”

Diriwayatkan dari Anas r.a., dari Nabi s.a.w, beliau bersabda: “Orang-orang yang beriman berkumpul pada hari kiamat, kemudian berkata, ‘Hendaknya kita memohon pertolongan kepada Tuhan kita’, kemudian mereka mendatangi Nabi Adam dan berkata, ‘Engkau adalah ayah umat manusia, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menciptamu dengan Tangan-Nya, dan telah bersujud kepadamu para Malaikat, dan engkau telah diajarkan (oleh Allah Subhanahu wa ta'ala) nama-nama segala sesuatu, maka mintakanlah pertolongan bagi kita kepada Tuhanmu, sehingga kita bisa beristirahat dari tempat kita ini’. Nabi Adam menjawab, ‘Aku tidak bisa menolong kalian (memintakan pertolongan kepada Allah)’, dan kemudian Nabi Adam menyebutkan kesalahan-kesalahannya, dan diapun merasa malu (kepada Allah, untuk memintakan pertolongan), kemudian dia berkata, ‘Pergilah menemui Nuh, karena sesungguhnya dia adalah Rasul pertama yang diutus Allah kepada penduduk bumi’, kemudian mereka pun mendatangi nabi Nuh, maka Nuh a.s pun menjawab, ‘Aku tidak bisa menolong kalian’, kemudian dia menyebutkan kesalahannya yang mempertanyakan sesuatu yang dia tidak ada pengetahuan tentangnya, karena itu dia merasa malu (untuk memintakan pertolongan), kemudian Nabi Nuh berkata, ‘Temuilah Kekasih Allah Yang Maha Pengasih (Khalilullah/Khalilurrahman, Nabi Ibrahim a.s)’, merekapun menemuinya. Nabi Ibrahim pun menjawab, ‘Aku tidak bisa menolong kalian’, kemudian beliau berkata, ‘Temuilah Musa, seorang hamba yang Allah bercakap denganya, dan diturunkan kepadanya Taurat’, merekapun menemui nabi Musa a.s., dan beliaupun menjawab, ‘Aku tidak bisa menolong kalian’, kemudian beliau menyebutkan kesalahannya yang telah membunuh seorang manusia untuk menyelamatkan diri yang lain. Dan beliau merasa malu kepada Tuhannya. Kemudian Nabi Musa berkata, ‘Temuilah Isa, hamba Allah dan Rasul-Nya, kalimat Allah dan Ruhullah’, kemudian mereka pun menemui Nabi Isa a.s, Nabi Isa pun menjawab, ‘Aku tidak bisa menolong kalian, temuilah Muhammad, seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang’, maka merekapun menemuiku (Nabi Muhammad s.a.w), maka akupun berangkat (menemui Allah) sehingga meminta izin kepada Tuhanku maka Dia memberikan izin kepadaku. Dan ketika aku melihat Tuhanku, akupun jatuh bersujud, dan Dia pun membiarkanku selama yang dikehendaki-Nya, kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ‘Angkatlah kepalamu, dan mintalah, aku akan berikan (yang kau pinta), dan berkatalah, maka perkataanmu akan didengarkan, dan mintakanlah syafa'at dan syafa'atmu akan dikabulkan’, maka akupun mengangkat kepalaku, dan aku memuji Allah dengan segenap pujian yang telah Allah beritahu kepadaku, kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang dapat diberi syafa'at), kemudian mereka semua dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala, dan ketika aku melihat Tuhanku (aku pun jatuh bersujud) sebagaimana sebelumnya. Kemudian aku memberikan syafa'at dan Allah Subhanahu wa ta'ala menetapkan bagiku batasan (jumlah orang yang diberi syafa'at), maka mereka semua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala untuk ketiga, keempat, hingga aku berkata, ‘Tidak tersisa di dalam neraka kecuali orang-orang yang telah ditetapkan di dalam al-Qur'an, dan orang-orang yang ditetapkan kekal di dalamnya’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dan begitu juga Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah), dan di dalam riwayat yang lain oleh Imam Bukhari, dengan tambahan: Nabi s.a.w bersabda : “Dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah berkata : La ilaha illallah, dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji jagung, dan kemudian juga dikeluarkan dari api neraka, seseorang yang pernah berkata la ilaha illallah dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum, dan juga dikeluarkan dari neraka seseorang yang pernah berucap la ilaha illallah dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atau seberat atom/ dzarrah).”
Hadits ke-37
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w s.a.w : “Telah berfirman Allah Subhanahu wa ta'ala, Aku telah mempersiapkan bagi hamba-Ku yang shalih, surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia”, abu hurairah selanjutnya berkata, maka bacalah jika kamu kehendaki (yang artinya) : ‘Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam – macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata’.” [QS. As-Sajdah:17].
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim serta Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.
Hadits ke-38
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah s.a.w  bersabda : “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, dan kemudian berfirman: Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang Aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya. Rasulullah s.a.w s.a.w melanjutkan : Kemudia Jibril datang ke surga dan melihat di dalamnya dan pada kenikmatan yang disiapkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada para penghuninya di dalamnya, kemudian Rasulullah s.a.w s.a.w mengatakan : kemudian Jibril kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan berkata, ‘Demi kemulyaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya’. Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berbagai kesulitan), kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman (kepada Jibril) : “Kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah aku persiapkan untuk para penghuninya di dalamnya. Rasulullah s.a.w s.a.w melanjutkan, ‘Kemudian kembalilah Jibril ke surga, maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah terlingkupi dengan berbagai kesulitan, kemudia Jibril kembali menemui Allah Subhanahu wa ta'ala dan berkata, 'Demi Kemulyaan-Mu, aku benar-benar khawatir, bahwa tidak akan seorangpun masuk ke dalamnya'. Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, dan perhatikan terhadap apa yang aku persiapkan bagi para penghuninya'. kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri dari beberapa tingkatan, yang satu di bawah yang lain, kemudian dia kembali menemui Allah Subhanahu wa ta'ala dan berkata, 'Demi Kemulyaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya akan memasukinya'. Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi Neraka dengan syahwat/kesenangan, dan kemudian berfirman kepada Jibril, 'Kembalilah ke Neraka', kemudian Jibril pun kembali ke Neraka, dan kemudian berkata, 'Demi Kemulyaan-Mu, hamba benar-benar khawatir, tidak seorangpun terbebas kecuali akan memasukinya’.”
Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau berpendapat hadits ini erdrajat hasan shahih (begitu juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah).
Hadits ke-39
Diriwayatkan dari Abi Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi s.a.w, beliau bersabda : “Surga dan neraka berdebat, kemudian neraka berkata: 'Bagianku (aku dimasuki) orang-orang yang suka menindas dan sombong', dan surga berkata, 'bagianku orang-orang yang lemah (dhu'afa) dan orang-orang miskin', maka Allah memberi keputusan diantara mereka, 'Sesungguhnya engkau surga adalah kasih sayangku, denganmu aku kasihi siapa saja yang aku kehendaki, dan engkau neraka adalah adzabku, dengamu aku mengadzab siapa saja yang aku kehendaki, dan bagi kamu berdua, akulah yang menentukan isinya’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan juga oleh Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi
Hadits ke-40
Diriwayatkan dari Abi Sa'id al-Khudri r.a, beliau berkata, telah bersabda Nabi s.a.w, “Sesungguhnya Allah berfirman (kepada semua penduduk surga), ‘Wahai para penghuni surga’, mereka menjawab, ‘Kami datang memenuhi panggilanmu wahai Tuhan kami dan kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu’, Allah berfirman, ‘Apakah kalian Ridho/puas (terhadap segala nikmat-Ku)?’ Mereka menjawab, ‘Apakah lagi yang membuat kami tidak ridlo wahai Tuhanku, sedangkan Engkau benar-benar telah memberikan nikmat yang tidak Engkau berikan kepada seorang lainpun dari makhluk-Mu”, kemudian Allah berfirman, “Maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih baik dari itu semua?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Tuhanku, nikmat yang mana lagikah yang lebih utama dari nikmat itu semua?’ Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ‘Aku melimpahkan kepadamu keridhoan-Ku, maka tidak akan ada lagi kemurkaan-Ku pada kalian setelah ini, selamanya’.”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi.
Sumber : 40 Hadits Qudsi oleh Dr. Ezzudin Ibrahim

1 “bekas langit” maksudnya bekas/akibat hujan
2 al-anwa': 28 tingkatan/keadaan; fase bulan setiap malam di tingkatan fasenya. (ditempat lain disebutkan artinya adalah bintang – bintang, serupa dengan yang ada dilanjutan hadits ini)
3 Dalam bentuk jamak = mauqut
4 Adalah juga termasuk syirik jika seseorang beramal dengan amalan disamping ditujukan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala juga ditujukan kepada yang selain-Nya.
5 Sunan Tirmidzi hadits no. 413 juz 2 hal. 271, begitu juga dapat dibaca di kitab Misykatul mashaabiyh, hadits no. 1330-1331 juz 1, halaman 419, dan disahihkan oleh at-Tirmidzi.