Friday, May 27, 2011

KITAB TENTANG MANDI BESAR

BAB
NO
KITAB TENTANG MANDI BESAR
1
Wudhu sebelum mandi

185.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, isteri Nabi s.a.w, bahwa Nabi s.a.w mandi karena junub. Mula-mula beliau membasuh kedua tangannya, kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkan jari-jarinya dengan air pada pangkal rambutnya, lalu beliau tuangkan air tiga kali cidukan dengan tangannya, kemudian beliau siramkan air ke seluruh tubuhnya.1
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 248)
186.
Diriwayatkan dari Maymunah r.a, dia berkata (tentang mandi junub Rasulullah s.a.w) : Rasulullah s.a.w berwudhu seperti wudhu untuk shalat, namun tanpa membasuh kedua kakinya. Beliau membasuh kemaluannya dan bagian tubuh yang terkena najis (sebelum berwudhu). Kemudian beliau menyiramkan air ke seluruh tubuhnya, lalu beliau melangkahkan kakinya dari tempat mandi. Setelah bergeser dari tempat itu beliau membasuh kedua kakinya.2 Demikianlah mandi junub Rasulullah s.a.w.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 249)
2
Suami mandi bersama isterinya

187.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Saya sering mandi bersama Nabi s.a.w dari satu bejana air yang disebut Al-Faraq.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 250)
3
Mandi dengan satu sha’ (1 sha’=4 mudd; 1 mudd= ± 6 s/d 7,5 ons) air

188
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, bahwa dia pernah ditanya mengenai mandi Nabi s.a.w, kemudian Aisyah meminta air kurang lebih satu sha’, lalu dia mandi dengan menuangkan air tersebut ke seluruh tubuhnya dari bagian atas kepalanya. Saat peragaan itu terdapat tabir antara Aisyah dengan penanya.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 251)
189.
Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa dia pernah ditanya oleh seseorang mengenai mandi. Jabir menjawab : “Cukup dengan air satu sha’”. Penanya tersebut menyangkal : “Tidak cukup bagi saya air satu sha’!” Kata Jabir : “Air satu sha’ sudah cukup untuk orang yang rambutnya lebih lebat daripada kamu dan lebih baik daripada kamu (yakni Rasulullah s.a.w), kemudian beliau berpakaian dan menjadi imam shalat.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 252)
4
Menyiramkan air tiga kali ke atas kepala

190.
Diriwayatkan dari Jubayr bin Muth’im r.a, dia berkata : Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “Kalau aku mandi, aku siramkan air tiga kali ke atas kepalaku”. Beliau memperagakan dengan kedua tangannya.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 254)
5
Menggunakan wewangian ketika mandi

191.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Biasanya ketika Nabi s.a.w mandi, beliau meminta wewangian semacam al-hilab. Beliau meletakkannya pada telapak tangannya, kemudian beliau usapkan mula-mula pada kepalanya sebelah kanan, lalu sebelah kiri, dan beliau menggosokkannya dengan kedua tangan pada bagian tengah kepalanya.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 258)
6
Mengulang persetubuhan

192.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Saya pernah mengoleskan wewangian pada tubuh Nabi s.a.w, kemudian beliau menggilir  isteri-isterinya. Pada pagi harinya. Nabi s.a.w berihram dengan sisa bau harum yang masih segar.
193.
Diriwayatkan dari Anas r.a, dia berkata : Pada suatu saat Nabi s.a.w pernah menggilir isteri-isterinya dalam sehari semalam, sedangkan isteri-isterinya sebanyak sebelas orang. Menurut riwayat lain : Sembilan orang. Ditanyakan kepada Anas, “Apakah kuat Nabi s.a.w melakukan begitu?” Anas menjawab, “Kami pernah mengatakan bahwa Nabi s.a.w diberi kekuatan menyamai tiga puluh laki-laki.”3
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 268)
7
Memakai wewangian kemudian mandi

194.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Sepertinya saya melihat cahaya wewangian pada rambut kepala Nabi s.a.w ketika beliau sedang berihram (yang beliau pergunakan sebelum memulai ihram).
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 271)
8
Menyela-nyela rambut dengan jari ketika mandi

195.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Ketika Rasulullah s.a.w mandi karena junub, beliau membasuh kedua tangannya, kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu beliau mandi dengan menyela-nyela rambutnya dengan jari-jari tangannya sampai beliau yakin bahwa air sudah merata di kulit kepalanya. Beliau menyiramkan air tiga kali pada kepalanya, lalu beliau membasuh bagian tubuhnya yang lain.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 272)

9
Jika seseorang berada di dalam masjid kemudian teringat bahwa dia sedang junub, hendaklah dia segera keluar untuk mandi, tidak boleh bertayamum

196.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata : Suatu ketika iqamat didengungkan, lalu orang-orang segera mengisi shaf hendak shalat, kemudian Rasulullah s.a.w datang untuk mengimami kami. Setelah Rasulullah s.a.w berdiri di tempat shalatnya, beliau teringat bahwa beliau sendang junub, lalu beliau mengatakan kepada kami, “Tetaplah kalian berada di tempat!” kemudian Nabi s.a.w pulang untuk mandi. Setelah itu beliau datang lagi kepada kami dengan rambut kepala yang masih basah, kemudian beliau bertakbir dan kami semua shalat bersama beliau.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 275)
10
Mandi sendirian dengan telanjang tanpa ada orang lain

197.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda : “Kaum Bani Israil dulu biasa mandi dengan telanjang dan saling melihat aurat sesama mereka, sedangkan Nabi Musa selalu mandi menyendiri. Mereka mengatakan, ‘Demi Allah! Musa tidak mau mandi telanjang bersama kita karena dia mempunyai penis atau testis yang besar’. Suatu ketika Nabi Musa berangkat mandi, kemudian dia letakkan pakaiannya di atas batu, maka batu tersebut hanyut bersama pakaian Nabi Musa itu. Nabi Musa mengejar batu itu sambil berteriak,Bajuku hai batu! Bajuku hai batu!’ Sehingga orang-orang Bani Israil sempat melihat tubuh Nabi Musa. Kata mereka, ‘Demi Allah! Tidak ada cacat pada tubuh Musa’. Nabi Musa mengambil pakaiannya dan segera memukul batu tersebut”. Kata Abu Hurairah : Demi Allah! Bekas pukulan tersebut masih ada sebanyak enam atau tujuh bekas pukulan.
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor Hadits : 278)

198.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda : “Ketika Nabi Ayyub mandi dengan telanjang, belalang emas berjatuhan mengenai dirinya. Nabi Ayyub segera menghimpun belalang-belalang tersebut dengan pakaiannya, kemudian dia ditegur oleh Tuhannya, ‘Hai Ayyub! Bukankah Aku telah memberimu kecukupan sehingga kamu tidak perlu mengambil belalang yang kau lihat itu?’ Nabi Ayyub menjawab, ‘Ya. Demi keagungan-Mu! Namun saya selalu membutuhkan berkah dari-Mu’.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 279)
11
Memulai tabir ketika mandi agar tidak terlihat oleh orang lain

199.
Diriwayatkan dari Ummu Hani’ binti Abu Thalib r.a, dia berkata : Saya menemui Rasulullah s.a.w pada tahun penaklukan Mekkah, ketia itu Rasulullah s.a.w sedang mandi dengan ditabiri oleh Fathimah. Rasulullah s.a.w bertanya : “Siapa itu?” Saya menjawab, “Saya Ummu Hani’.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 280)
12
Keringat orang junub dan keringat orang mukmin tidaklah najis

200.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa suatu ketika Nabi s.a.w berpapasan dengannya di salah satu jalan di Madinah ketika Abu Hurairah sedang junub. Kata Abu Hurairah : Saya menghindar dari Rasulullah s.a.w, kemudian saya pergi untuk mandi, baru kemudian saya datang menemui Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya : “Kemana kamu tadi, hai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab : “Saya tadi masih junub, sehingga saya tidak mau menemani Anda duduk, sementara saya tidak suci”. Rasulullah s.a.w bersabda : “Subhanallah! Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 283)
13
Orang yang junub boleh tidur jika berwudhu

201.
Diriwayatkan dari Umar Al-Khaththab r.a bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w : “Bolehkah seseorang tidur ketika sedang junub?” Rasulullah s.a.w menjawab : “Boleh. Apabila seseorang yang sedang junub sudah berwudhu maka dia boleh tidur.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 287)
14
Apabila kemaluan laki-laki dan perempuan bertemu

202.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda : “Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian tubuh isterinya kemudian menyetubuhinya, maka dia wajib mandi.”
(Hadits shahih Imam Bukhari, nomor hadits : 291)




1 Sebelum berwudhu, terlebih dahulu membersihkan bagian-bagian tubuh yang terkena najis.
2 Mungkin untuk menghindari genangan air yang bercampur najis, sehingga perlu beranjak dari genangan air tersebut untuk melakukan siraman terakhir pada kedua kaki.
3 Kata Sa’id dari Qatadah : Anas menuturkan bahwa isteri-isteri Nabi s.a.w sebanyak sembilan orang.

0 komentar:

Post a Comment

Situs ini menerapkan “Dofollow Site Comment System”
Beri komentar sebanyak-banyaknya yang tentunya akan membawa manfaat pula bagi perkembangan blog/situs Anda. Namun komentar Anda harus dengan syarat :

1. Tidak mengandung Spam, SARA, Pornografi;
2. Komentar harus ada kaitannya dengan materi yang dibahas
dalam posting;
3. Tidak berisi link aktif di dalam badan komentar.

Selamat berkomentar dan semoga bermanfaat bagi perkembangan blog/situs Anda.

Terima kasih.